Sejarah Samosa

Mungkin ini adalah salah satu makanan yang paling banyak memiliki sejarah perjalanan dimulai dari Mesir lalu ke Cina hingga ke India. Sejarah Samosa dimakan sebagai cemilan oleh para pegadang dan musafir di perkemahan atau tempat istirahat selama perjalanan. Terdapat buku resep masakan arab yang ditemukan dari abad ke 10 dan tercatat dengan nama “sanbusak”. Pada faktanya dalam bahasa Persia kata “Samsa” memiliki arti yaitu “Piramid”, sehingga semua mulai bisa terlihat kaitannya. Sebagai catatan bahwa hingga saat ini di mesir , “Samosa” oleh sebagian orang masih dikenal dengan nama “sambusak”, yaitu hanya berbeda satu huruf m dan n.

Kurang lebih pada abad ke 11 lah baru para pedagang muslim mulai membawa samosa dalam perjalanan mereka ke India. Hingga pada abad ke 13, Samosa sudah tidak hanya dimakan oleh para pedagang saja, melainkan oleh para pejabat, orang penting dan sultan/raja. Amir Khusro (1253-1325), cendekiawan dan penyair kerajaan Kesultanan Delhi menulis sekitar tahun 1300 tentang para pangeran dan kalangan bangsawan yang menyukai “samosa yang dibuat dari daging, minyak samin, bawang bombay, dan lain lain. Bahkan pada abad ke 14, seorang penjelajah terkenal Ibn Battuta dalam perjalanannya mencatat bahwa samushak atau sambusak dengan isi daging cincang, kacang badam, kacang pistasio, dan kacang walnut, dihidangkan didalam Istana Muhammad bin Tughluq(Delhi, India) sebelum hidangan ketiga disajikan. Pada saat ini, jenis samosa yang paling laris adalah Samosa Sayur.

Di Indonesia, samosa dipercaya dibawa oleh pada pedagang dari Arab dan Gujarat, lalu kemudian menjadi terkenal sejak diperkenalkan dan dipromosikan oleh restoran Arab dan India. Biasanya di Indonesia disebut dengan sambosa atau samosa serta berisi campuran sayur dengan daging.

Sehingga bisa kita ambil lagi kesimpulan bahwa Samosa berasal dari Mesir lalu menjadi terkenal di India. Ini adalah sebuah sejarah samosa sebagai makanan yang sangat populer namun banyak yang belum mengetahui asal usulnya.

Adaptasi Samosa di beberapa Negara

Seperti sudah dijelaskan bahwa Samosa memiliki sejarah yang sangat lama dan banyak orang keliru akan sejarahnya ternyata bukan berasal dari India, melainkan dari Mesir. Samosa memiliki banyak adaptasi dan versi di beberapa Negara dan daerah. Di Timur Nepal, Samosa disebut “singadas”, sedangkan wilayah lain menyebutnya samosa. “bajiya” adalah nama lain dari Samosa di Maldives yang isinya adalah daging ikan dan bawang. Lain halnya di wilayah Uzbekistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Xianjiang, Samosa dikenala dengan nama “samsas” namun tidak pernah digoreng, melainkan dipanggang. Sudah diakui bahwa samosa paling enak bisa anda dapatkan di Faisalabad, sebuah kota di Pakistan dimana Samosa sangat terkenal dan enak.

Berikut beberapa nama lain Samosa dalam beberapa Bahasa dunia :

  • Bahasa Punjabi: ਸਮੋਸਾ smosa
  • Bahasa Sanskrit: शृङ्गाटकं śr̥ṅgāṭakaṁ
  • Bahasa Bengali: সিঙ্গারা Shingara
  • Bahasa Hindi: समोसा
  • Bahasa Manipuri: Singhara,
  • Bahasa Nepali: समोसा, Singoda
  • Bahasa Urdu: سموسہ
  • Bahasa Arabic: سمبوسك‎‎ sambūsak
  • Bahasa Sinhalese: සමොසා
  • Bahasa Hebrew: סמבוסק‎‎ sambusak
  • Bahasa Gujarati: સમોસા samosa
  • Bahasa Kannada: ಸಮೋಸಾ samosa
  • Bahasa Malayalam: സമോസ
  • Bahasa Marathi: समोसा
  • Bahasa Persian: سمبوسه‎‎
  • Bahasa Tamil: சமோசா
  • Bahasa Telugu: సమోసా
  • Bahasa Urdu: سموسه‎ samosa, samsa
  • Bahasa Sylheti: ছমছা Somosa or somsa
  • Bahasa Kazakh: самса, [sɑmsɑ́]
  • Bahasa Kyrgyz: самса, [sɑ́msɑ]
  • Bahasa Uzbek: ‘somsa’, [sɒmsa]
  • Bahasa Uyghur: سامسا‎, [sɑmsɑ́
  • Bahasa Turkish: samsa böreği
  • Bahasa Somali: sambuus
  • Bahasa Tajik: самбӯса
  • Bahasa Bengali: সিঙাড়া shingara
  • Bahasa Sylheti: সিঙারা shingara sing-ra
  • Bahasa Odia: ଶିଙ୍ଗଡା shingada.